Kamis, September 10, 2009

sweat small stuff?

Tak pikir-pikir...(bukan tak gendong-gendong..), manusia itu (maksudnya saya) tanpa disadari kadang (atau sering) bersikap berlebihan, mendramatisir, berpikir terlalu mikro, njlimet, membesar-besarkan perkara kecil...picik!

Beberapa hari yang lalu, saat dines ke Kepulauan Seribu, saya sengaja bawa kamera, mengharap ada sesuatu unik yang bisa dijepret di sana. Singkat cerita, di tengah keasyikan hunting, seorang teman izin untuk pinjem kamera barang sebentar, rupanya dia tertarik untuk ikut menjepret. Ya sudah, kemudian kamera itu berpindah tangan. Sebetulnya kurun waktu pinjamnya tak lama, tapi saat mengembalikan dia kesulitan mencari tutup lensanya,...dia rogah-rogoh kantung celana...woo ternyata bolong...dan akhirnya disimpulkan lens cap itu ilang!
Sebagai penyayang kamera, saya tentu sedih!, kecewa!, kesal!, mrengut dalam hati!, membiarkan teman saya murung dan tidak enak hati. Kemudian saya mengabarkan ke suami, ke sohib gemblung Ayik, juga ke guru fotografi saya "Wah mas, brita buruk!, tutup lensaku diilangke teman, piye iki?" kemudian semua saya bikin heboh...pokoknya kelakuan saya lebay deh!

Padahal....

Padahal, toh temen saya itu tidak sengaja, dan dia terlihat begitu menyesal. Tutup lensa bisa di beli lagi, meski harus menunggu hari esok (lensa tanpa tutup bisa dilindungi dulu dengan apa kek...), ini perkara barang cilik, kok ngurusnya kayak ngurus negara aja...
Wah..wah...jadi malu, padahal juga baru beberapa hari lalu saya kirim komen ke bunda saya, bahwa paling enak hidup tidak perlu meributkan hal kecil, don't sweat the small stuff! , saya kutip kata Richard Carlton.
Akhirnya saya dapat tutup untuk lensa 5,2 mm saya itu, dan yang sekali ini saya cari yang pake tali, biar selalu nggandhul di bodi kameranya...
Satu persoalan kecil berlalu...
Persoalan lain muncul....
Barusan saya ada perlu mengeluarkan sim card kamera saya, trus sekarang saya lupa naruhnya...adduh!! I'm indeed an unorganized creature!

Persoalan lain lagi....
Beberapa minggu ini saya sedang senang-senangnya punya pohon pare di kebon. Tiap pagi sengaja saya luangkan waktu untuk menengok pertumbuhannya. Bergairah sekali rasanya bila selalu menemukan calon buah baru muncul, atau perut buah makin mbeldhug! Saya bercita-cita, saat panen raya nanti, saya akan undang ibu untuk memetik bersama, saya akan hayati betul proses petiknya, saya akan potret dulu aneka posenya...sebelum saya oseng!!
Akan tetapi...
Pulang dari dines di Serang, sampai rumah saya mendapati menu berbuka kok ada oseng parenya. Perasaan hati jadi tidak enak.
"Wak, belanja pare, ya?"
"Mboten bu, itu uwak dapat dari metik di kebon, lumayan..untuk nambahi lauk, uwak petik enam buah saja!".....buusyreet deh.
Tapi saya tidak boleh marah (mau berkurang nilai puasanya?)...ini hanya urusan pare, bung! enam biji itu kaluk di pasar cuma dua ribu lho...
(justru itu waaak....kamu mending ibu beri lima puluh ribu deh untuk beli pare di pasar...tapi jangan klangenan ibu itu kamu petik semaunya tanpa ada proposal terlebih dahuluuu......).
"Lima puluh ribu buat beli pare bu? walah...banyak amat ntar dapetnya!!...." kata uwak serius dan lugu. Oh, my bedinde...!!

Pernah pusingkan hal kecil, sob?

21 komentar:

mommy adit mengatakan...

Hihihihi.. ngikik deh bacanya.. pare oh pare..

Hmm.. apa ya? keknya sering deh mempermasalahkan hal kecil. Misalnya nih, suka marahin adit klo sikat gigi malem airnya kena baju, makan blepotan, atau klo dia nuang air minum suka tumpah2.. padahal tinggal ganti baju/lap aja tokh? hehe...

Ernut mengatakan...

@anita: oh adit, kasiman dirimu nak...ihik..

mommy adit mengatakan...

iya kasihan.. ntar nggak gitu2 lagi deh.. mudah2an bisa... TFS ya mbak, jadi terbuka mata (hati) ku..

Agus Joko Purwanto mengatakan...

boleh ya aku komentar agak akademis sedikit tentang small stuff..pola pandang manusia (mikro atau makro) akan menentukan sikapnya. Pola pandang itu dibentuk oleh fokus dalam hidupnya. Ada orang yang fokusnya pada family, maka family yang akan jadi ukurannya dan seluruh pikiran dan tindakkanya akan diukur dengan pengaruhnya pada family. Misal kalau harus dinas ke pulau 1000 terus anak pilek, ia akan milih ngurus anak pilek walau nggak seberapa. Fokus ini bisa diubah, perubahan fokus akan mengubah cara pikir dan akhirnya mempengaruhi tindakan kita. Fokus itu juga akan berpengaruh pada wilayah publik kita (wilayah dimana orang lain boleh masuk, termasuk panen pare iku)..dengan memperluas wilayah publik maka toleransi kita akan meningkat dan level stress karena hal yang kecil akan berkurang. Nah, yang sulit adalah memainkan wilayah publik ini secara dinamis dan efektif...karena jangan pula ketelitian kita jadi hilang ketika harus berurusan dengan yang namanya detil...semoga membantu Mbak...

Ernut mengatakan...

@mommy adit: halah, janjimu jangan plasu lho mom! hehe

@agus: injih, pak guru...

Newsoul mengatakan...

Hihihi, kadang kita suka horny pada masalah remeh-temeh dan sepele ya. Itu manusiawi dan lebay memang. Saya kalau kembang dicabik-cabik anak tetangga juga mangkel, padahal kembang kan bisa tumbuh lagi ya. Nice posting mbak.

Arman mengatakan...

huahahaha ya sama lah... saya juga sering gitu.. lebay! :P

beberapa waktu lalu pernah posting tentang lebay juga... hehehe

firman mengatakan...

salam mba..

klo yang disitu syah.. malah tak masak sendiri.. secara sya doyan buanget sama pare.. hehehe.. mending pare sebiji dari pada 50 rebu nya mba hehehehe

Ernut mengatakan...

@arman: lebay oh lebay..

@firman: tos, mas! Kita segolongan ya, pendoyan pare..

Erik mengatakan...

Wah pingin ikut nih panen parenya mbak Ernut.

Bunda Rierie mengatakan...

mbak..mbak.. bener bgt ... bunda jg sama...

Ernut mengatakan...

@erik: ntar nunggu kloter kedua ya mas, kloter pertama disikat habis sama si uwak haha..

@bundarie: punya temen deh saya...

Sekar Lawu mengatakan...

qiqiqiqi...kayaknya aku juga suka lebai ya Nut.... Cuma masalah sepele aja pakai mau ngracun manusia segala...BTW, sepele ? kamsoed loe ?

Ernut mengatakan...

@ayik: racun asmara..

antown mengatakan...

walah, akhirnya dipake sama simbok ya parenya.

Ernut mengatakan...

@antown: begitulah, blm rejekiku..

Srex mengatakan...

Yah hari2 yg melelahkan...tapi menggelikan....kamera oh kamera...pare oh pare...

Ernut mengatakan...

@srex: mas srex..oh..mas srex.

djoko wahjuadi mengatakan...

..lha yo iku mbakyu...kadang-kadang aku juga bingung kok...kecil buat aku, gede buat orang lain...gede buat aku, kecil buat orang lain...small stuff itu relatif (mungkin).ya...?? ha..ha..ha..

eskopidantipi mengatakan...

suka lupa naruh kunci motor ka kamar.... nyarinya bisa belingsutan gak jelas itu...campur misuh dan panik :D

Ernut mengatakan...

@djoko: betul mas, tergantung kitanya ya!

@eskopidantipi: buuussrreeet!