Kamis, Mei 21, 2009

Penikmat Ritual....

Saya menggolongkan orang-orang yang berada dalam suatu perjalanan untuk suatu keperluan, menjadi dua: golongan penikmat ritual dan golongan praktis!

Maksud saya begini.

Seorang penikmat ritual, pada saat berkesempatan berada di daerah Puncak misalnya, pulangnya menyempatkan membeli ubi cilembu meski hanya satu-dua kilo, beli pisang tanduk, foto sana..foto sini...

Sedangkan golongan praktis mengatakan: ah ubi cilembu?, khan di supermarket dekat rumah ada? pisang tanduk aarrggh..khan abang sayur nawarin saban pagi di depan rumah? apalagi foto-foto...ck malu-maluin aja!

Saya, termasuk golongan pertama :)
Saya penikmat perjalanan, penyuka mengunjungi tempat baru, mencicip aneka pengalaman dan kuliner dan semangat membawa oleh-oleh dari tempat yang saya kunjungi entah berbentuk cerita, entah berbentuk makanan khas daerah itu, entah kenangan berupa foto-foto....(untung suami juga termasuk golongan yang sama, jadi kami saling mendukung, bukan saling mengolok)

Pada saat saya dan suami melakukan ibadah umroh beberapa waktu yang lalu, selalu ada cerita seru betapa askar Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Makkah begitu ketat memeriksa tas bawaan para jamaah yang akan masuk masjid, begitu ditemukan kamera!, petugas langsung dengan keras melarang kita masuk ke masjid kecuali kamera itu telah dititipkan di penitipan dulu atau ditinggal saja di penginapan! Intinya, dilarang memotret bagian dalam masjid, apalagi Ka'bah! Sehingga....curi-curi gambar Ka'bah adalah ritual tersendiri...Karena itu ritual maka....saya (dan suami) jadi kepingin melakukan hehe...hasilnya tentu ada! Foto Ka'bah hasil jepretan suami sedemikian blur karena njepretnya sambil curi-curi takut ketahuan askar...tapi menurut saya justru hasilnya sangat eksotis..seperti seolah-olah memang diedit sedemikian rupa...(halah!). Tapi jangan salah, begitu kami tahu kiat-kiat menyelundupkan kamera ke masjid, wah...kami jadi punya koleksi gambar-gambar Ka'bah yang yahud!

"Hah? ambil gambar Ka'bah? wah saya nggak kepikiran...saya kalau ke masjid ya tawaf, sholat gitu aja, nggak pernah bawa kamera, khan nggak boleh ambil gambar Ka'bah?" komentar salah satu jama'ah....yang membuat saya kikuk dan menunduk malu...

Kenapa sih nekad curi-curi ambil gambar Ka'bah?

Saya pikir, jamaah dilarang mengambil gambar Ka'bah karena kuatir gambar itu disalahgunakan: dianggap gambar sucilah...kemudian disembah-sembahlah..atau gambarnya dibakar kemudian abunya diseduh dan diminum untuk obat! Masih adakah orang sepicik itu sekarang ini? Semoga sudah tidak ada!

Mengambil gambar Ka'bah bagi saya sekedar ritual, sekedar sebagai kenangan, sekedar sebagai oleh-oleh indah...tidak lebih!, jadi boleh dong... :)

Begitu juga saat kami ziarah ke Jabal Rahmah, gunung kasih sayang, tempat dipertemukannya kembali Nabi Adam dan hawa setelah terpisah ratusan tahun. Kami menyempatkan untuk mendaki gunungnya dan berfoto di bawah tugu peringatannya meski sebagian teman rombongan memilih tetap di bus (males ah naik, capek, panas..dilihat dari sini aja! kata mereka...wah beda aliran ini, kata hati saya..). Hal khas lain adalah di situ pengunjung biasanya naik onta berhias dan difoto, maka sayapun naik onta dan berfoto dengan membayar lima reyal ...sementara golongan praktis pasti berfikir "katrok!" hehe..hehe..

Hanya selama di Arab saya tidak tertarik untuk membeli ceret kuningan yang memang banyak di jual di toko kelontong Arab ini.. kenapa hayo? kenapa?

Bagaimana denganmu sob? golongan penikmat ritual atau yang praktis-praktis saja?

26 komentar:

Newsoul mengatakan...

Kelihatannya, sy juga termasuk golongan yang pertama mbak. Kalau jalan sm suami, dia suka protes dgn keinginan sy, menurut dia aneh, hehe. Umroh, hm...wisata rohani yang membahagiakan, tempat mengcharge jiwa yang tenang.

Arman mengatakan...

kalo perginya liburan, saya golongan pertama. tapi kalo perginya perjalanan dinas, jadi males, jadi pindah ke golongan kedua walaupun temen2 lain niat beli oleh2 atau foto2, saya kok tetep males bawaannya... hehe

Ernut mengatakan...

@newsoul: kita segolongan nih? tos!

@arman: jadi suka pindah-pindah golongan ya mas? hehe

Lyla mengatakan...

makasih ya mbak udah mampir ke blog saya... baca2 dulu saya termasuk golongan yang mana ya?

Ernut mengatakan...

@lyla: tq juga udah mampir..

Balisugar mengatakan...

Kita segolongan deh

Eh tolong Do'a kan aku dari sana yah biar cepet punya uang buat kesana

Rudy mengatakan...

Saya pribadi mungkin ada ditengah-tengah kedua golongan tersebut. Pasalnya untuk bawa oleh-oleh yang sudah pasti bikin ribet tuh aku males banget. Apalagi barang yang dibeli juga dijual didekat rumah ngapain juga repot-repot beli disana yang sudah tentu harganya lebih mahal ya kan? Sebagai contoh jika kita berkunjung ke Gunung Kawi yang terkenal sakral dan paling rame dikunjungi pada saat tahun baru Hijriah atau kerennya lebih dikenal dengan sebutan malam 1 suro. Rasanya kurang lengkap jika kita tidak membeli Ketela abu-abu yang merupakan oleh-oleh khas Gunung Kawi tersebut. Tapi soal harga jangan tanya jika kita membelinya waktu di Gunung Kawi, disana harganya bisa mencapai Rp. 15.000 per kilo sedangkan di Arjosari - Malang tepatnya didaerah perbatasan antara Arjosari dan Singosari juga terdapat pedagang yang menjual barang yang serupa namun harganya sudah pasti selisih jauh yakni sekitar Rp. 7.000 sampai 8.500 per kilo. Jika kita hanya membeli 1-2 kilo aja sih nggak jadi masalah tapi kalo misalkan 1 orang membeli 20 kilo dalam satu mobil rombongan, selisihnya kan lumayan juga???
Soal jeprat-jepret foto aku paling seneng tuh apalagi pas jalan-jalan ke daerah yang belum pernah aku datangi, pasti seru banget dan sulit untuk dilupakan?

Ernut mengatakan...

@balisugar: kaluk kepingin kesana, Insya Allah keturutan, amiin!

@rudy: ubi abu2, wah malah baru dengar...

Sekar Lawu mengatakan...

aku sealiran.....

Ernut mengatakan...

@ayik: asal bukan aliran sesat qiqi

mas icang mengatakan...

wah sayauju dengan anda untuk masalah penikmat ritual bu....
wah umrohnya dah selesai ya bu?

cuman sepertinya untuk gambar 1 termasuk gambar yang dilarang oleh pihak ARAB SAUDI LHO bu....mending diedit aja takutnya ntar ada yg liat malah blognya yang dibredel. gimana bu?

kucingkeren mengatakan...

praktis2 aja lah... kalao sempet motret ya motret..kalo gak... yaaa nikmati saja ap yg dinikmati saat itu.. :-)

Ernut mengatakan...

@mas icang: gambar Ka'bah yg mana ya mas icang? (hehe..padune wedi...), anyway, tq for the warning I indeed appreciate it!

Seno mengatakan...

Endi gambar ka'baeh, penasaran nih Mba.

Ernut mengatakan...

@kucingkeren: praktis tenan iki...

@seno: wah telat thithik mas, gak boleh tayang lama-lama sama mas icang hehe...

Tuti Nonka mengatakan...

Lho, katanya Mbak Ernut motret Ka'bah, kok nggak diupload? Saya sendiri nggak pernah berniat masuk ke Masjidil Haram bawa kamera, soalnya tahu itu dilarang, dan takut kamera saya disita. Tapi saya lihat ada beberapa orang yang dengan bebasnya memotret melalui ponsel (mungkin mereka nggak tahu kalau dilarang ya?)

Di Masjid Nabawi, pemeriksaan jauh lebih ketat dari pada di Masjidil Haram. Bahkan saya pernah memotret dari depan pintu saja (di luar masjid), jadi perkara panjang. Kamera saya diminta, dan baru dikembalikan setelah gambar pintu masjid itu saya delete. Wah, sempat mangkel juga. Mosok motret pintu aja nggak boleh. Nabi aja kalau beliau masih hidup, pasti membolehkan ...

Ohya, saya juga punya foto naik onta itu ... qiqiqi ...

Lala mengatakan...

Yaaayy...aku masuk golongan pertama mbak, ga sreg rasanya kalo ga ceprat cepret :D

Ernut mengatakan...

@tuti: sy sempat aplud mbak, tp diwarning sama mas icang, krn kuatir sy disamperin raja fad yg udah sy ganti, tp asli mbak sy jepret byk banget foto ka'bah, keren2, ntar kaluk mbak tut mampir ke rmh, sy kasih unjuk deh! Madinah masih ketat, tp makkah entah kenapa kemarin itu longgar sekali...yg bawa kamera aja lolos, apalagi yg "hanya" hp berkamera, hampir semua jamaah bawa!

@lala: tos!!

Rudy mengatakan...

Eh maaf mbak salah???
Bukan Ubi abu-abu tapi Ubi Ungu nih,haha???
Maaf ya mbak??

Ernut mengatakan...

@rudy: lho cepet amat si umbi ganti warna?

erik-24592 mengatakan...

Wah dah kembali ya. Alhamdulillah...
Makasih dah dioleh olehin fotonya.

Kalau saya kadang termasuk golongan ritual kadang golongan yang praktis.

Ely mengatakan...

kalo aku ikut yg pertama dong mbak, wong suka bangert motret ^_^

terus caranya gimana mbak biar nggak ketahuan bawa kamera ?

Ernut mengatakan...

@erik: alhamdulillah mas, kegiatan lancar, kembali ke tanah air dgn slamet...

@ely: ada memang pintu yang tidak dijaga mbak...jadi ya kesmepatan kae..

ika rahutami mengatakan...

gambar di atas unta itu keren banget nut...untanya cantik banget

Ernut mengatakan...

@ika: halah sing ayu lha kok ontane...

Jakarta Spa mengatakan...

What a energy re-charge.
It's so inspiring article, thanks for sharing.