Jumat, Agustus 21, 2009

Sandal emas!

Sekali ini, suami saya punya cerita. Dia baru saja mengikuti suatu diklat yang diselenggarakan kantornya. Di penghujung acara, ada kewajiban bertukar bingkisan atau kado. Bingkisan dibungkus rapi, tanpa diberi identitas si pemberi. Apa yang didapat suami saya? ya ini: sandal zadoel dari abad pertengahan! haha..haha...pernah lihat khan? (atau justru pemakai?...oh!). Sandal terbuat dari plastik, biasa dipakai para bapak untuk ke surau atau ke pasar hewan...Wis pokoke antik! and a little bit katrok! (maap!)....
Tapi ternyata, katrok atau modern, itu hanya sebatas persepsi! Anak ragil saya, begitu melihat sandal unik ini malah langsung teriak: "Wah, Papi dapat sandal emas! bagus buanget!!"...dengan mata berbinar penuh kekaguman! See?
Sandal itu memang kebetulan berwarna goldy....
Dan....kisah si sandal emas belum selesai.....

Sandal sebagai kado itu, oleh teman suami saya, dilengkapi dengan beberapa buah penyekat buku terbuat dari karton yang dilaminating, yang didalamnya diketik aneka kata mutiara tentang....sandal!, bunyinya:
sandal...
meski tempatmu di bawah kujur manusia,
sungguh engkau begitu berarti, luhur mengabdi..
mengelakkan si empu dari najis...

walau banyak yang terselamatkan oleh hinamu,
namun tetap membuatmu selalu di bawah..
justru dikau tiada lagi fungsi..
kalau dihijrahkan ke ketinggian...
(mau nyunggi sandal?)

alas kaki tetaplah alas kaki, meski dibolak dibalik...
namun bila dipakai dengan posisi terbalik
lenyap kenyamanan si pemakai...
jadi, meski di bawah sana...
kau tetap menuntut untuk serasi...

(Sob, pernah punya setori tentang sandal?)

35 komentar:

mommy adit mengatakan...

setori tentang sandal? hmm.. Nita klo punya sandal (terutama yang ada hak nya) pasti nggak bertahan lama... selalu copot!! katanya sih gara2 cara jalanku yang kayak preman...

Ernut mengatakan...

@nita: gaya kayak preman tu gmn sih, sambil nendang-nendang ya?

Tuti Nonka mengatakan...

Dulu, sandal seperti itu namanya sandal "Lili" Mbak. Wooh ... tapi dipakai enak banget lho. Lha sekarang malah muncul lagi sandal dan sepatu plastik bening, yang banyak dipakai anak-anak muda. Murah meriah, harganya cuma 20 ribuan. Dijamin nggak jebol sampai bosen makainya.

Meidy mengatakan...

hahaha.. begitu saya lihat sandalnya, jadi inget jaman kecil saya dulu, top banget loh sandal itu.. emang skr masih ada model yg gituan ya mb? lucu juga ya..

Ernut mengatakan...

@tuti: sandal lili? Nama yg manis..

Ernut mengatakan...

@meidy: kreatif ya yg punya ide.

alamendah mengatakan...

Marhaban ya Ramadan.
Sambut bulan ramadan dengan kebersihan jiwa untuk menggapai kemenangan yang hakiki.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya

alamendah mengatakan...

Marhaban ya Ramadan.
Sambut bulan ramadan dengan kebersihan jiwa untuk menggapai kemenangan yang hakiki.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya

alamendah mengatakan...

met puasa...

alamendah mengatakan...

komen saya kok ilang...

Newsoul mengatakan...

Wah, itu sandal bapak saya duluuuu...lho mbak. Masih ada ya sekarang. Dan, kata-kata mutiara yang dilaminating itu mantap sekali. Si pemberi kreatif banget ya.

Arman mengatakan...

hahahaha tapi yang ngasih kado itu niat juga ya... sampe bela2in nyari pembatas buku berisi puisi tentang sandal. apalagi kalo ternyata pembatas buku itu dibikin sendiri... gile... bener2 niat! :)

*walaupun sandalnya katrok* hehehe

Ernut mengatakan...

@alamendah: komen tdk ilang, hanya perlu moderasi, nih sy tampilin smua :) slamat puasa jg, tq for the visit..

@newsoul: msh beredar di palembang gak mbak sandal lili ini?

@arman: suami komen persis mas arman, niat dan unik, iya pembatas itu dia bikin sendiri, pilihan sandal justru bikin lucu hehe

Sekar Lawu mengatakan...

Mas Oen ganti ngasih kado apa ya ? sepatu boot kayak yang suka dipakai di semarang yang anti rob itu ?

Ernut mengatakan...

@ayik: huaha, klo itu boros di kertas pembungkusnya!

dyahsuminar mengatakan...

mbak...sandal jadul itu merknya Lily,kalau tidak salah.
Enak ,empuk...rasanya semua orang punya ,karena anti air,empuk ,awet sekaligus murah.
yang model sekarang Croc kali ya...tapi warnanya mencolok banget ..

Ernut mengatakan...

@bunda dyah: iya, bund, kata mbak tuti namanya juga sandal lili...di yogya masih usum gak bund?

Seno mengatakan...

Masih ada toh sendal gitu, sekarang aku dah jarang liat.

Ttg Malaysia, g tau tuh maunya apaan. hiks2

marsudiyanto mengatakan...

Weleh...
Itu sandal Lily.
Dulu yang punya hanya mereka2 yang mampu.

Yang asli bahannya plastik lembut mengkilap, bawahnya karet olahan yg empuk.

Ada yg tiruan, bahannya plastik agak keras, bawahnya berlobang. Dalam waktu tertentu harus dicupliki karena pasti terisi batu atau tanah.

Jaman dulu saya hanya mampu dibelikan yang jenis ke 2...

Sumpah, ini bener !!

marsudiyanto mengatakan...

Ternyata masih banyak yang ingat kalau itu sandal Lily ya...

Sekarang kayaknya sudah nggak ada.
Kalau dipakai jalan yg agak jauh, ning jenthikan pedes dan suakitttt.

Bisa mlonyoh !
(Ngerti mlonyoh ora Mbak?)
Mlenthung, isine banyu larane rak karuwan.

Apalagi yg sandal tiruan yg saya ceritakan tadi. Baru buat jalan dikit aja jenthik sikil pasti mlenthung

Ernut mengatakan...

@marso: komenmu lucu tenan mas, ojo kuatir, aku mudeng smua bahasamu! hehe...cuma tak pikir itu justru sandal katrok tenryata malah sandalnya the haves to...wah..wah..

@seno: sandal lili bukannya gak ada lagi, tapi tinggal thithik kali, lha buktinya di susuhku sekarang ada, anyar lagi!
Ttg Malaysia, iya ya...sudara (saudara? saudara kok gitu) serumpun lho padahal...

waroeng ubuntu mengatakan...

kupikir lagi cerita sandal hilang di masjid :)

Ernut mengatakan...

@waroeng ubuntu: ternyata salah pikir yak!

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

Wah..ternyata mba Ernut memang buat cerita tentang sandal toh.., tapi sandal memang tempatnya di bawah mba..klo pindah keatas si topi bisa marah2 he..he. " Met kenal..dan selamat menjalankan ibadah puasa "

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

Met UlTah buat blognya yang sebentar lagi ulang tahun..slamet ya...moga-moga menulisnya tetap lancar..

Ernut mengatakan...

@noor: betul, sandal mmg nasibnya di bwh ya hiks. well, ultah blog? Udah lewat lama kok yg th dpn msh lama jg, tp tq ya

Ndoro Seten mengatakan...

kok ora ono cape PL mbak?
jaman cilik mbiyen jare sandal PL ora entuk dinggo, mergo inisiale ngece Pulisi opo Pangudi Luhur...nek nggonku arane sandal lili mbak!

Ernut mengatakan...

@ndoro: kenapa smua orang tau, kecuali diriku, bahwa sandal itu namanya lili...cap PL? dimana pula seharusnya itu ndor?

nh18 mengatakan...

Lho ...
Masih ada toh sandal seperti itu ...

Ini sandal lebaran jadul bu ...
Keren ...

Mengenai sandalogy ? or sandalonomy ... wah saya ndak menguasainya bu ... jurusan saya lain ...

Salam saya

Fiz mengatakan...

Itu kan sendal jaman baheula Bu Dhe, sendal kesayangan almarhum mbah buyut saya. Ke mana-mana selalu sendal itu yang dipake.

Ernut mengatakan...

@nh18: wah sy jg bukan jurusan sandalogy, jurusan sy mudik (sbentar lg to?)

@fiz: mmg zadul banget ya

Srex mengatakan...

Di daerahku sini, terutama di desa2 pelosok, saat bulan puasa gini, mulai bermunculan penjual sandal2 ky gitu mbak, ntar saat Bada'an dipake buat kelilingan...biasanya yg usia tua2,
Kalo yg muda/anak2 udh gak mau pake itu...

Ernut mengatakan...

@srex: woh, brarti di situ masih usum ya mas, kirain udah punah lho...

Agus Joko Purwanto mengatakan...

Aku komentar di sini beberapa kali kok nggak masuk ya?

Ernut mengatakan...

@ajp: mosyok siy? jaringannya kali (halah jaringan apaan ya?)..coba sekali lagi...