Selasa, Agustus 04, 2009

Item: so what?

Saat mengabadikan sowang hitam penghuni Taman Burung TMII ini, komentar yang terlontar: "cantiknya ora umum, unik, manis, elegan, dan...really something!" Menurut saya, keluarbiasaannya itu justru berasal dari warna hitam legamnyanya dan sentuhan sedikit warna merah menyala di bibir alias cocornya itu...Setuju to?

Namun kekaguman akan makhluk indah ini terasa ironis saat kemudian mengingat apa yang baru saja terjadi di Amerika Serikat, negaranya Mas Barrack Obama!
(Halah, emang apa yang terjadi di sana? Jauh amat ironinya melanglang buana......)

Di koran langganan saya, pada terbitan beberapa hari yang lalu, terdapat foto Presiden Obama sedang duduk-duduk di Taman Mawar Gedung Putih, ditemani Wapres Joe Biden, menjamu tamu mereka: Henry Louis Gates, seorang Profesor kulit hitam dari Harvard University dan Sersan James Cowley polisi kulit putih dari Cambridge, Massachusetts. Mereka sedang berupaya menyelesaikan suatu perkara.

Ceritanya begini: beberapa hari sebelumnya terjadi insiden, polisi menerima laporan bahwa terdapat orang yang mungkin berniat mendobrak sebuah rumah. Padahal ternyata, orang itu adalah pemilik rumah yang berusaha masuk ke rumahnya sendiri dengan agak kesulitan karena kunci rumah itu macet. Si pemilik rumah adalah sang profesor, si polisi adalah Sersan James Cowley. Namun penahanan terlanjur terjadi dan adu mulut antara dua orang beda warna kulit itu berlangsung dengan penuh kebencian antara satu dengan lainnya. Jadilah, isu rasial kental. Ndilalahnya Obama ikut terlibat dalam kontroversi itu melalui komentarnya: "polisi telah bertindak bodoh dengan menangkap teman saya!"...
Warga Amrik marah dan kecewa dengan komentar itu, apa maksud kata"temannya?"....Hasil jajak pendapat pro Obama menurun drastis di kalangan warga kulit putih....Wah wis...pokoke kisruh!!

Saya dibesarkan dengan doktrin bahwa manusia mempunyai derajat sama di mata sang Khalik. Yang membedakan adalah kualitas amal ibadahnya, titik! Kalau hanya beda kulit, beda kasta, beda pangkat..apaan tu??

Oke, pak polisi Cowley salah karena terburu-buru menindak orang yang ternyata tak bersalah. Tapi sebaiknya fokus pada kesalahannya itu saja. Harus tidak ada hubungannya dengan warna kulit pada persoalan ini! Bagaimana sob, betul to, mathuk to, setuju to?


23 komentar:

Newsoul mengatakan...

Padahal item itu asyik ya mbak, lha buktinya saya suka kopi item asli dari kampung saya, maknyus. Soal Mr.Obama, ya musti ekstra hati-hati bicara. Cuma menyebut "teman saya" saja pada kasus pemukulan terhadap warga kulit hitam disana, jadi rame. Yah, USA itu katanya saja sudah maju, sudah sangat demokratis, pengunjung tinggi HAM dll, issue Rasialis masih sangat sensitif disana.

Sekar Lawu mengatakan...

konon pak barry akhirnya mendamaikan pak polisi dan pak profesor diwarung kupi...Ngupi nih yee...

Ernut mengatakan...

@newsoul: betul mbak, sensitif puul!!

@ayik: tepatnya minum bir, ya di halaman gedung putih itu...

Arman mengatakan...

manthuk-manthuk tanda setuju... :)

Andy MSE mengatakan...

hitam manis... arang-arang lho banyak sing wernane ireng!...
jian, elok tenan!...

Ernut mengatakan...

@arman: oh manthuk2 kirain tanda ngantuk...

@andy: jadi banyak yg kayak gitu sedikit ya mas...

wiyono mengatakan...

MEMANG MANTAB DAN TAK BOSAN-BOSAN AKU DATANG KE SINI

tips kita mengatakan...

tips kita akan berbagi dengan anda semua

Ernut mengatakan...

@wiyono & Tips: thanks!

mommy adit mengatakan...

lihat sowang dengan cocor merah itu jadi inget bojone barry obama pake lipen merah...

Ernut mengatakan...

@anita: hehe..iya betul!

Arief Firhanusa mengatakan...

Maaf Mbak, saya tak mau terlibat sengketa Obama. Fokus dan konsentrasi saya (ciee ... ) justru pada angsa.

Nggak item nggak putih, angsa begitu inspiratif. Ketika ia mengambang, mengepak kaki atau mengibas sayap di danau bening sehingga melahirkan riak kecil, saat itulah kita terpana betapa keindahan bukan milik mawar atau kamboja.

Saya pernah menulis cerpen "Rumah Angsa" (dimuat majalah Kartini bertahun lewat), idenya dari tetangga saya yang cerai.

Loh, apa hubungannya dengan angsa? Yap, ini dia: perceraian bertolak belakang dengan kehidupan angsa yang damai, beranakpinak, sejahtera, meski habitatnya cuma di sudut hamparan rumput. Manusia yang penuh akal dan diberi derajat sempurna untuk mencerna malah cerai berai. Yok opo rek!

bundarie mengatakan...

hi.hi.hi... item arang.. tp kalo nggak ada arang nggak ada sate kesukaa bunda

Srex mengatakan...

Isu warna kulit memang sangat mencemaskan...walau dinegara yg paling demokratis sekalipun..,apalagi di negara kita...orang indonesia keturunan china yg lahir di sini pun belum sepenuhnya merasa aman.,jujur aja..

dyahsuminar mengatakan...

Lha..kok cocok ya...barusan saya ke negerinya Obama...Setiap kita jalan jalan, direstoran,ngobrol dengan anak anak saya...kalau saya ngrasani tentang si Item...kita pakai kata Ireng...agar mereka tidak mengerti..
Padahal kita sering suka ya dengan si Item...karena adanya tulisan Disc 25 % only this ITEM....

Ernut mengatakan...

@arif: paling seneng aku dg rangkaian kata mas arief ini, menyair sejati!!
Well, justru manusia yg banyak akal itu jadi suka banyak maunya...suka nggladrah ora nggenah!!

@srex: pertanyaannya, mas srex warna kulitnya apa? sing penting ora belang bonteng to? hehe

@bunda dyah: kalo mrk di jakarta kita panggil "abang ireng!, abang ireng!" hehe

antown mengatakan...

walah, perkoro keplincut mungkin ya mbak sampe dadi kayak gini. lidah itu memang kudu dijaga, sekali salah adalah fatal. palagi bagi seorang presiden

Ernut mengatakan...

@antown: emang serba salah jd wong gede (tp klo jd wong cilik, serba susah)

Fanda mengatakan...

Setuju sama pandangan mbak Ernut. Itulah juga yg selalu ditanamkan ortuku sejak aku kecil. Tapi masalahnya di luar sono masih banyak org yg sensitif terhadap perbedaan. Harusnya Obama memang berhati-hati sekali kalo berkomentar, mengingat kemenangan dia sebagai presiden aja sdh begitu fenomenal. Sharing yg bagus, mbak!

Ernut mengatakan...

@fanda: justru krn terlalu maju, takutnya trus berhak meremehkan sesuatu ras....

Julia Christanti mengatakan...

Hihihi ... semakin item semakin laku keras ... contohnya saja: coklat item ... semakin item semakin bangga ... pasalnya orang kirain aku kaya raya & mereka berpikir kalo aku pergi liburan terus di bawah poon kelapa di Bali ... wekekekek ...

Agus Joko Purwanto mengatakan...

Pada tahun 1800-an orang tidak akan percaya bahwa ada angsa hitam, karena pada saat itu semua angsa yang pernah dilihat manusia berwarna putih. Namun ternyata ada angsa hitam. Angsa tsb muncul pada saat orang sudah berpikir tentang ada angsa berwarna tidak putih. Gejala tersebut diangkat oleh seorang penulis keturunan Libanon (saya lupa namanya) menjadi buku yang berjudul Black Swan yang menjadi best seller tahun 2008 lalu. BUku itu mengisahkan tentang seringkali peristiwa muncul ketika kita berpikir bahwa suatu peristiwa akan muncul melalui cara yang tak terduga dan tak terprediksi atau prediksi yang abaikan...contoh Situ Gintung, runtuhnya GM, Enron, kemenangan Obama, dsb....Nut itu buku bagus.. silakan di baca..

Ernut mengatakan...

@julia: padahal, mbak julia jane udah coba aneka krim pemutah tapi tak ada hasil ya hahaha...

@ajp:black swan..hmm..catet..