Minggu, Maret 01, 2009

melalui, menikmati, mensyukuri...

Semrawutnya beban pekerjaan belum sepenuhnya kelar...ada beberapa bagian pekerjaan kecil yang telah selesai memang tetapi yang pentholannya...oh itu yang belum! Nafsu makan ini belum balik, tidur ini belum bisa sesengguran alias belum kedengeran ngoroknya!

Tetapi memasuki wiken ini, saya berniat untuk melupakan sejenak carut marut kekusutan pekerjaan..saya ingin memiliki me time, ingin berleha-leha bersama si handsome soulmate dan dua konyil kami..


Dua hari yang lalu, suami sms "ada kiriman mawar banyak sekali"...Wah, kesenangan saya itu, mawar. Hanya saja ngirimya ke susuh Bandung. Wah, kaluk nunggu di bawa ke Jakarta, bisa busuk duluan. "Di foto aja deh mawarnya..ntar yang dibawa pulang fotonya, mawar asli bagi-bagi aja ke tetangga dan sohib-sohib"...balas saya..

Dan begitulah, setelah suami sampai di susuh Jakarta, saya segera bongkar oleh-oleh suami berupa hasil bidikan mawar-mawar itu, saya edit sana-sini dan saya sebar-sebar di postingan ini..sebagai tanda bahwa saya mencoba menikmati wiken ini sebelum tau-tau Senin datang. Senin? Aaarrgghh...


Yang bikin sutris...

Selain pekerjaan harian, saya sedang dihadapkan dengan pekerjaan pelik yang sebetulnya adalah warisan persoalan zaman dulu kala, persoalan muncul dan berlarut sampai sekarang karena mis-management para pejabatnya pada waktu itu. Ceritanya, saya yang ketiban pulung, kebagian cuci piring! Hanya saja, kalau saya tidak mampu menangani permasalahan ini, dampaknya akan membuat mandeg pekerjaan semua unit seantero kantor saya. Apik bener, bukan? Get the point why I am sooo.. depressed?

Terimakasih sohib...

Beruntungnya saya punya sahabat blogger yang pada baik hati. Terimakasih aneka saran dan hiburannya. Guess what, saya menuruti hampir semua saran teman blogger dan saya menikmati semua hiburannya. Diantaranya berusaha tetap nyante, tetep blogwalking, refreshing dengan berwisata kuliner, hunting photos, dan ngopi. Yang saya tidak bisa laksanakan adalah bernego dengan bos dan ambil cuti. Wah, apa kata dunia bila saya cuti gini hari? Ntar kaluk semua sudah kelar... baru deh!


Kecemasan itu...

Ternyata, semua orang pernah terserang cemas. Dan apesnya, banyak yang putus asa karena merasa tak sanggup melewatinya. Menurut para psikolog, kecemasan pada taraf tertentu sebetulnya justru menguntungkan (masak sih?), tetapi kalau berlebihan malah menggiring kita ke sikap paranoid. Pertanyaannya: bagaimana kita menyikapi rasa cemas?



Tidak permanen!

Ini yang bikin sungguh sejuk hati, yaitu bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak permanen, termasuk segala permasalahan dan kecemasan itu! Life is so flexible and unpredictable! Badai akan berlalu, pasti!


Mbak Astrid mengingatkan saya untuk berpikir positif dengan lebih memandang gelas yang setengah penuh daripada menganggapnya setengah kosong. Dan ternyata, mengganti sudut pandang negatif ke positif meski tidak gampang harus selalu diusahakan. Mengapa harus resah berkelebihan terhadap pekerjaan yang belum kelar? Sedemikan resahnya seolah-olah tak ada jalan keluar sama sekali?

Baik, memang ada kalanya kegagalan harus dihadapi. Tapi setidaknya, pasti ada pengalaman yang bisa dijadikan guru karenanya. Mumpung gagal belum mampir, usir!


Janji!

Jangan banyak mengeluh!
Bersyukurlah! Seperti kata Lae, Lintang dan Life choice: kalau merasa sedang terpuruk di tempat kerja...ingat saja setidaknya tempat kerja itu ada...sementara pengangguran yang memimpikan tempat kerja begitu bajibunnya...Betul.

OK! Saya segera akan kabarkan dalam postingan nanti, bahwa saya telah berhasil mengatasi kecemasan dan kesemrawuta saya! Saya janji.
Special thanks to my beloved hubby and my two lil kiddos!
Thanks for the deep love, the huge care, the bright smile, the warm hug..
You're all the reason not to be blue..

(foto terakhir mawar, dibidiknya di kamar mandi, biar segernya awet kata suami hehe)



22 komentar:

Sekar Lawu mengatakan...

Mawar dari siapa tuhhh...pengagum rahasia MO kalee...., perlu diwaspadai....qiqiqi...secara ada "lajang" handsome disusuh bandung gitu lhoh....

Ernut mengatakan...

@ayik: yen ada secret admirer kudune ora lapur yo qiqi amit-amit jabang baibeh!

mommy adit mengatakan...

Syukurlah sudah bisa melalui semuanya dengan cara dan pikiran yang lebih positif. Kembang mawarnya, menentramkan....

srex aswinto mengatakan...

Mawar dari suami..? Entah dikasi orang ato beli, ato nanem sendiri...esensi nya sama deh...cinta! (dg istri)...hehehe...

Ely mengatakan...

maware ayu-ayu mbak, kelopaknya itu lho

Sekar Lawu mengatakan...

jangan2 mawar ini juga sisa dari persiapan terima tamu menteri Nut...qiqiqi...nggak mau rugi amat...

kenny mengatakan...

hihihih ngiri tuh ngiriiii mbak ayikkkk, ntar tak kirimi mawar tapi plastik yo, tahan lamaaaa

Tuti Nonka mengatakan...

Mawarnya bagus buangets. Itu mawar beneran ya Mbak Nut? Kayak mawar plastik saking sempurnanya ... too good to be true gitu loh ... (halah!)

Nyante Aza Lae mengatakan...

wuahhh..surprise nih dpt review...asyeekk
*mengendus-endus...hmmm bauk wangi mawar di kamar mandinya mpe kesini lhoo?

lintang mengatakan...

Mbak kapan ya aku di kasih mawar kayak gitu (giler) bojoku gak romantis blas.

astrid savitri mengatakan...

Senangnya dengar mbak semangat lagi! Dan mawar2nya...uuuuuh, aku suka sekali. (dan ngiri krn enggak pernah dapat mawar dr bojo ku sama sekali, hiks! - curcol, hehe..)

tapi aku enggak suka foto terakhirnya, soalnya mawar dan kamar mandi - mirip beauty and the beast..gak matching, hehe...

Ramon mengatakan...

mawarnya indah sekali yah???

dapatnya dari siapa tuh? sayang ya nggak bisa dibawa ke rumah jakarta...

tp foto aja udah puas kan? tp kok fotonya cuma satu?

Ernut mengatakan...

@anita: mawar kok menentramkan.

@srex: ho'oh mas, aku juga mencoba berpikir begitu hehe

@ayik: menteri kapan datangnya, mawar kapan dayangnya..jaka sembung!

Ernut mengatakan...

@tuti: bagaimana dgn mawar kristalnya mbak tut? awet forever meski diinjak sepatu qiqi

@lae: deg2an nih yg bau dari kamar mandi mawarnya apa petainya? (hoeks)

@kaenny: tulung kirimi ayik yg plastik2 mbak, dia memang seneng barang plasu sing penting awet...huaha..

Ernut mengatakan...

@lintang: halah, beli sendiri aja..

@astrid: the life must go on sualnya yak!

@ramon: horok, mas ramon piye to, pasti ndak klik baca selengkapnya ya..

Soeryani Atmadja mengatakan...

Syukurlah punya banyak teman yang bisa kasi saran pas lagi suntuk dengan kerja. Salam kenalan mbak, have a nice day ya...

Erik mengatakan...

Wow banyak dan bagus bagus mbak bunganya.

Maaf nih, saya baru bisa dateng, seminggu kemarin sibuk banget sama kerjaan di darat, belum lagi keluarga saya ada yang dirawat.

Sekarang lagi belajar jalan lagi :)

Ernut mengatakan...

@soryani: tq, salam kenal juga!

@erik: iya nih, mas erikkeliatannya mmg sibuk banget, sing penting sehat mas!

Ramon mengatakan...

eh iya, nggak baca selengkapnya ya???

ternyata foto2nya bagus2 yah...

dan saya suka bagian

"lebih memandang gelas yang setengah penuh daripada menganggapnya setengah kosong"

bagus banget kata2nya

dyahsuminar mengatakan...

wa..ha.ha....mawar..??? romantis abis...Bunda seumur umur belum pernah dikasih mawar nih...Btw...mawarnya Cantik abiiis..

Ernut mengatakan...

@ramon: jd terpaksa baca readmore-nya ya qiqi..

@dyah: bunda ndak ada yg kasih mawar sualnya bunda sendiri jualan mawar to hwhw...btw, saya pingin sekali nih ke toko busana muslim bunda klo ke yogya, toko apa alamat dimana bund?

Yulis mengatakan...

Pasti bunga mawar yang cantik itu secara tidak langsung membuat hati mbak Ernut berbunga-bunga dan bisa mengurangi sedikit kecemasan.

Semua saran dari teman mbak Ernut bagus-bagus dan Semoga pada saat membaca tulisan saya ini mbak Ernut udah fresh lagi.

Have a great day mbak. Thanks