Rabu, April 15, 2009

MembakaR KesaL!

Imbas dari bersih-bersih perpustakaan susuh dan menata ulang rak buku, saya nemu lembaran-lembaran tulisan yang saya tulis beberapa tahun lalu, yang kemudian saya lupa menyimpannya dimana, yang padahal saya pernah ingin menemukannya kembali, ingin membaca kembali, ingin menunjukkan pada seseorang, ingin menggunakannya sebagai gaman (senjata), ingin...ingin...ingin...

Akan tetapi, disaat saya sudah hampir melupakan, dan yang penting nyaris tidak memerlukan untuk membacanya kembali...ee..malah nemu! Anehnya, setelah saya baca ulang sepintas, saya jadi merinding...dan akhirnya justru memutuskan untuk membakarnya! Horok, sungguh aneh bukan? Mau tahu kenapa?

Saya bukan termasuk orang yang ekspresif, yang mampu mengungkapkan isi hati dengan berkata-kata. Termasuk kalau sedang kesal atau marah, saya tidak bisa mengomel panjang lebar, menjadi cerewet merepet (sebabnya adalah saya tidak bisa berbicara dengan durasi yang cepat, kalau dipaksakan malah menjadi kami sosolen alias kosa kata porak poranda, misal mau bilang mertua menjadi amarawut...halah!). Saya juga bukan tipe pembanting, alias banting piring, vas bunga, lemari, tivi...(eman-eman, tauk!).
Bagaimana dengan dirimu, sob?

Biasanya saya, misalnya sedang marah, justru lebih banyak diam. Kemudian, kalau sudah mpet banget, saya tumpahkan kekesalan dengan tulisan!
Naah...tulisan disaat kesal itulah yang saya temukan kemarin. Wah tulisan jadul, produk 8 tahunan yang lalu! Saat ini tentu segala sesuatunya telah berubah, suasana berganti, kematangan bertambah, kedewasaan meningkat dan usia makin tuwir...Setelah saya baca lagi, saya tersenyum asam! Agak malu.
Betapa kesalnya saya saat itu.
Betapa marahnya.
Betapa kasar dan tajam bahasa saya.
Betapa sinis.
Betapa kalau emosi itu tertanggapi...wala..ancur!

Untung saya menemukannya kembali sekarang...
Di saat saya sudah tidak membutuhkannya lagi..
Disaat saya sudah lebih mampu mengendalikan diri...
Lebih bisa meminta dan memberi maaf...
Akhirnya saya bakar saja tulisan itu...
Sebagai penanda bahwa kesal itu telah sirna...

Pernah merasa berlaku berlebihan di masa lalu?







12 komentar:

Nyante Aza Lae mengatakan...

knapa dibakar mbak
kumpulin aja
kan bisa dikiloin...
wkkkkk..........

Sekar Lawu mengatakan...

maratuwa dadi aramawut kumwi kosakatakuuu...qiqiqi...bayaren royaltikuuuu

Ernut ini gak bisa ngomel secara verbal tapi kaluk lagi menemani hari suntuk penuh dengan omelanku dia bisa juga jadi mitra tanding yang oke lho....Tenan ini...

DzN mengatakan...

PERTAMAX...
Wah, klo banting2 gelas itu kerjaan babe gwe klo marah.
Klo aq marah sih biasany jerit2 sendiri. Hahaha...
Menjerit itu melegakan soalnya.

Ernut mengatakan...

@lae: usul yg aneh, saya aja malu ngebacanya lagi kok malah dikiloin..piye to...

@ayik: sdh kuduga komenmu begitu qiqiqi...kamu emang pinter cari nafkah, wis tekan durung weselku mbol?

@DzN: nanya dong, jerit-jeritnya dimana? nggak di mall kan? qiqi

Ramon mengatakan...

saya juga punya pengalaman serupa. sewaktu SMA saya sering suka nulis unek2 dan begitu saya baca lagi sekarang cuma ketawa sendiri karena sadar bahwa ternyata memang belum dewasa dan kelihatan konyol banget.

kalo emosi dituruti emang jadinya kayakj gitu kok

DE mengatakan...

loh aku kemarin dah ngetik komen panjang ndak nyampai ya mbak ?

Ernut mengatakan...

@ramon: makanya kadang suka ada nasehat kaluk pingin marah coba ambil nafas dulu, kali aja amarah hilang setelah menghembuskan nafas ya...(bukan nafas terakhir maksudnya qiqi)

@DE: wele mbak, coba dieling2 dhisik, jangan2 komen ditulis disecarik kertas..yg jelas ndak sampe susuh lho, sumprit! coba diulangi lagi...

dyahsuminar mengatakan...

lho...mestinya dilaminating ...kok malah dibakar ..ha..ha...Maksudnya kalau dilaminating...kita jadi ingat...ternyata kita pernah melakukan hal hal konyol....so...jangan dibaleni...

antown mengatakan...

mau marah bikin gambar
mau senang ya bikin gambar

huuu aneh ya

Ernut mengatakan...

@bunda dyah: stl dilaminating, digandulkan di gulu, wala malah kayak tahanan! hehe

@antown: marah senang nggambar, sth itu gambarnya dijual! enak amat? aneh...

DE mengatakan...

tiwas tenan .. yowis ngetik maning ^_^

mbak dulu aku suka nulis diary ya, tapi akhirnya tak bakar tuh krn takut satu hari nanti tanpa sengaja ada yg membacanya, terus tahu isi hatiku duilehhh ... jaga jaga saja bukan krn kesal sih

Ernut mengatakan...

@ely: podho mbak, zaman enom aku ya suka nulis di diary trus juga tak bakar akhirnya...