Akan tetapi kalau minimalis itu diartikan isinya serba minim, alias perabotnya thithik..nah itu baru cucok! Karena tidak menyukai susuh yang berdebu, sumpek, pating clekunik, full berabotan berat...maka CK dibuat minim sekat minim perabot. Batas fungsi area cukup ditandai secara psikologis dengan aplikasi lantai yang dibuat berbeda. Pada ruang keluarga, dipasang karpet keramik warna marun berlapis hitam, demikian juga dengan ruang makan..padahalnya ruangannya ya itu itu saja..pembagian ini sekedar akal-akalan si empu rumah. Denah tanpa sekat menjadikan CK gampang dibuat lapang hanya dengan sedikit menggeser perabot, untuk arisan atau pengajian seratus orang monggo, dua ratus orang cukup (syaratnya hanya pangkon saja ..wakakak!). Selain itu furnitur CK juga yang pokok-pokok saja. Ndak ada meja konsul, lemari pajangan, meja tilpun, sice di ruang keluarga..ndak..adak ada semua itu. Perabot yang ada diusahakan multi fungsi. Rak pajangan kapal papi sekaligus sebagai partisi, tembok dilobangi dan dipasangi rak-rak mini. Modal utama hanya negepel dan ngepel saja sehari dua kali agar susuh terlihat kinclong always.
Karena sifat lapang tadi..maka Ulan menthik ini kadang-kadang ngajak main badminton di dalam rumah..weleh..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar